Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

POJOK WARUNG


Obrolan dipojok warung?

Hari Minggu yang cerah, seperti biasanya Aku membeli Nasi kuning diwarung langgananku diseputaran Jl Pandan Sari

Murah, Meriah dan rasanya agak Enak, Acil (Tante) yang jualan juga ramah dan banyak senyum serta banyak bicara 

Sementara ikut antri menunggu pelanggan lain yg lebih duluan datang, Aku berdiri disudut warung sambil memandangi orang yang lagi hilir mudik di jalanan depan warung 


Nasi Kuning, dan Ikan Gabus (haruan)


Hari itu aku lagi malas bicara, badanku agak meriang karena malam sebelumnya kehujanan, Akupun masih tetap memperhatikan kesibukan lalu lintas kendaraan di jalanan 


Seperti biasa, Acil mulai membuka dialog, Intinya dia mengeluh karena sulit mendapatkan Minyak Tanah (Minah) untuk konsumsi kompor miliknya 

“Pada kemana ya minyak tanah, tidak biasanya susah dicari” 

“Duit ada , tapi barangnya langka, sama juga bo’ong” katanya memulai pembicaraan 

Pelanggan lain ada yang menyahut, 

“Wah acil ini ketinggalan berita, Jatah Minah mau dikurangi pemerintah secara bertahap, karena nantinya akan diganti dengan Gas Elpiji, yang lebih hemat, dan lebih bersih” 

“Tahu ae Aku” bilang Acil, sok tahu 

“Tapi kenapa semingguan ini orang-orang pada ngantri BBM di SPBU, dan ujung-ujungnya merembet ke langkanya Minyak tanah” lanjut Acil agak sewot 


Aku tersenyum kecil mendengar mereka berdebat kusir, dan mulai terpancing untuk ikutan ngomong

“Acil ini pasti cari alasan saja mau naikin harga Nasi Kuning” Aku Nyeletuk sambil ketawa pelan 

“Bukan Mau Naikin harga” Jar Acil sambil menoleh kepadaku, 

“Tapi aneh aja, Sekarang apa-apa serba mahal, serba langka, Penghidupan semakin berat, tidak seperti sebelumnya” Lanjut Acil 

“Maksud Acil seperti masa Pak Harto dulu? Sahutku memancing

“Mengerti Aja Bapak ini (Padahal Aku khan bukan Ayahnya si Acil)” Sahutnya sambil terus membungkusi jualannya  

“Ya.. Iyalah Cil, lebih enak dulu daripada sekarang” Aku menimpali lagi 

“Acil dulu masih ikut sama orangtua, Tahunya minta duit saja, Tahunya serba harus ada, Sekarang sudah punya keluarga sendiri, harus cari duit sendiri” lanjutku 

“He.. he…"  si Acil ketawa kecil, rupanya jawabanku tadi mengandung kebenaran di benaknya, 

“Ada bedanya juga Lho Pak" Sahutnya lagi

"Pada masa Bapak anu dan Ibu anu (dia sebutin nama mantan RI-1)  tidak seperti ini keadaannya” Katanya lagi, tanpa takut Ada intel yang lagi nguping 

Akupun agak hati-hati ngomongin hal yang satu ini, dan berusaha membelokin arah pembicaraan agar tidak menjadi serius 

“Tapi kalau dipikir-pikir kesalahan ada pada Acil juga” Sahutku

“Salahnya dimana?” katanya membela diri

“Waktu pemilu kemaren Acil memilih siapa?” 

“Pasti memilih yang sekarang berkuasa, kan” 

Seraya membayar harga nasi kuning, dan buru-buru pergi dari warung tersebut tanpa menunggu uang kembalian seribu perak, Daripada melanjutkan percakapan yang tidak bermutu ini.



Minggu, 06 November 2011

SPION


Aku punya teman bernama “SPION” Sebenarnya tidak ada yang salah atau janggal dengan nama ini, biasa-biasa saja, cuman jarang-jarang saja ada orang yg punya nama unik itu

Sekarang Beliau telah menjadi petinggi disalah satu BUMN terkemuka di kotaku (Maaf ya, Pak SPION, nama Anda menginspirasi Saya utk menulis artikel ini)




Dulu, Semasa masih di SMA, pernah iseng-iseng pernah kutanyakan kepada Beliau, Kenapa nama itu yang dipilih oleh Ayahnya, padahal masih banyak nama lainnya yang belum memiliki hak paten

Pertanyaanku tidak pernah dijawabnya, hanya seulas senyum kecil yang diberikannya kepadaku sebagai jawaban

Sejak itu, Aku tidak pernah lagi mengulangi pertanyaan konyol tersebut, karena itu adalah Hak Prerogatif Ayahnya SPION

Menurut perkiraanku (dugaan yang mungkin juga bisa salah)  

Dengan diberi nama Spion, Ayahnya (mungkin) menginginkan anaknya bila besar nantinya akan berwajah handsome dan sepintar James Bond, karena terinspirasi oleh film spy 

Bisa jadi juga, Beliau menginginkan anaknya mempunyai pandangan yang jauh kedepan, tetapi masih dapat juga melihat kebelakang,  atau bahkan kesamping, he he


Kata "SPION" terdiri dari lima huruf, berasal dari Bahasa Perancis “ESPION” yang mempunyai arti ganda

Arti yang pertama, adalah mata-mata, bisa juga disebut intel atau intelijen

Arti yang kedua, adalah nama untuk alat kelengkapan kendaraan bermotor beroda dua, tiga, dan empat, bahkan terkadang sepedapun ada juga yang menggunakan spion


Iseng-iseng kubuka halaman Wikipidea ternyata SPION, secara ilmiah mengandung arti yang cukup panjang, dan terkesan bertele-tele

“SPION adalah cermin yang digunakan di mobil atau sepeda motor ataupun kendaraan lainnya untuk melihat keadaan atau lalu lintas yang ada di belakang kendaraan, atau pada saat memundurkan kendaraan, ataupun untuk melihat kebelakang pada saat akan membelok atau pindah lajur lalu lintas”

“SPION, Adalah suatu kegiatan untuk mengumpulkan informasi mengenai sebuah organisasi atau lembaga yang dianggap rahasia tanpa mendapatkan izin dari pemilik yang sah dari informasi tersebut”


Wah.. wah,   Aku Angkat Topi Deh

Ternyata Ayahnya SPION ini, memiliki selera humor yang tinggi sekaligus juga jenius dalam memilih dan merancang sebuah nama untuk menamai anaknya

Walaupun begitu uniknya nama tersebut, Aku sendiri tidak punya keberanian untuk memberikan nama SPION kepada salah satu dari anakku (karena khawatir aja, akan mendapat Komplain dari anakku dikemudian hari)